Tentang Desa
SEJARAH BERDIRINYA
Pada masa lampau, sebelum disebut Desa Mojowiryo, telatah ini bagian dari tlatah Majapahit silam, yang masuk wilayah jajahan Belanda. Tentunya seperti tlatah-tlatah lain pada umumnya, didalamnya terdapat kelompok – kelompok masayarakat yang berdaulat dan seseorang yang didaulat sebagai pimpinan Masyarakat yang dipilih sesuai dengan adat dan peradapan masa itu. Dan perlu diketahui, bahwa bedasarkan cerita dan penuturan kaum sepuh dan sesepuh menyejarahkan dan menceritakan awal mula sebutan Desa mojowiryo, Bahwa di Desa ini kala itu terdapat 2 (dua) kelompok masyarakat yang berdaulat antara lain :
- Blok WINONG yang sekarang disebut Dusun Kemlaten, mengapa disebut Blok Winong? menurut kaum sepuh dan sesepuh Dusun Kemlaten menuturkan, bahwa ditengah-tengah wilayah ini tumbuh dengan subur pohon winong, yang mampu mengikat memori dan ingatan warganya, sehingga menimbulkan kesan yang melekat pada warga dengan sebutan warga kampung winong yang terdiri dari 2 ( dua ) kampung
- Blok JOMPONG yang sekarang terdiri dari 2 (dua) dusun Jompong dan Sidowiryo. Mengapa disebut Jompong ? Konon kabar dan cerita kaum sepuh dan sesepuh dusun Jompong Dulu kala wilayah ini merupakan suatu hamparan yang ditumbuhi pohon jati secara alami dan tumbuh dengan subur. Setelah musim kemarau, tibalah musim penghujan yang dibarengi sesemian tumbuh-tumbuhan termasuk pohon jati seraya berbunga dan nama bungaitu adalah jompong. Karena saking lebatnya bunga itu menimbulkan kesan tersendiri bagi warga, untuk dijadikan sebutan warga kampung jompong.
Dengan merujuk pada indicator dan latar belakang yang sama :
- Satu Nasab Yaitu Bahwa blok winong dan blok jompong terlahir dari satu garis keturunan.
- Satu Kerabat yaitu bahwa blok winong dan blok jompong masih dalam satu kekrabatan
- Satu Adab dan satu adat yaitu bahwa blok winong dan blok jompong mempunyai prilaku dan adat istiadat serta budaya yang sama.
Oleh karena di dasari sesuatu yang sama maka dua blok/kelompok Masyarakat kecil ini bermaksud menyatukan wilayah yang mungkin sedikit lebih besar, yaitu blok winong dan blok jompong mengadakan rembuk kampung, sepakat menjadi satu sebutan kampung MOJOWIRYO. Tentunya nama Mojowiryo yang disepakati mempunyai arti dan maknah tersendiri. Mojowiryo terdiri dari 2 (dua) kata dan 4 suku kata. MOJO mempunyai istilah kata yang lekat yang diwarisi dari Kerajaan Mojopahit, dan WIRYO diambil dari Bahasa sansekerta yang mempunyai arti Kesatria yang berbudi luhur dan Mulya. Singkat cerita MOJOWIRYO adalah sebuah wilayah yang di huni oleh kelompong Masyarakat keturunan Mojopahit yang berbudi luhur dan Mulya.
Setelah berjalan sekian waktu tepatnya pada hari kamis tanggal 24 Januari 1924 dikala itu masih dibawah penjajahan Belanda berdirilah pemerintahan Desa dizaman colonial Belanda dengan sebutan Mojowiryo yang ditandai beselit lurah dan diperkuat dengan saksi bisu sejarah berupa bangunan pendopo kuno dan ruangan yang disebut kamar lawang ireng tempat untuk menghukum warga yang melanggar aturan dan adat istiadat. Dan banguinan kuno itu berdiri tahun 1926, di Dusun Pakembangan/krajan, dibangun ( dua ) tahun setelah lurah menereima beselit, Dan sebagai Lurah pertama yaitu Mbah H. Kerto Hardjo Gumardjo/H.Mashuri dari tahun 1924 s/d 1969 dan di lanjutkan oleh :
- Lurah II Bapak Zainul Arifin tahun 1971 s/d 1990
- Kades III Bapak Sunaryo tahun 1990 s/d 1998
- Kades IV Bapak Mulyono tahun 1999 s/d 2006
- Kades V Bapak Yanto tahun 2007 s/d 2013
- Kades VI Bapak Taufik Abas, SE dua pereode tahun 2014 sampai sekarang.
Menurut cerita sesepuh desa konon pernah diadakan sayembara untuk tumbal pembangunan alun-alun Kota Mojokerto berupa seekor “kebo kendhit”, setelah beberapa waktu belum didapatkannya kerbau tersebut pada akhirnya didapatlah seekor kerbau kendhit yang berasal dari Desa Mojowiryo milik Bapak Djojo bariso yang pada zaman dahulu menjabat sebagai kepetengan yang tak lain adalah kakek dari Sekretaris Desa Mojowiryo saat ini, Nur huda.
Dengan singkat dan ringkas Sejarah , asal muasal serta berdirinya Desa Mojowiryo yang kami sajikan dengan sederhana, polos dan lugas semoga menjadi bagian yang bisa memaknai dari arti Peringatan 1 (satu) abad Desa Mojwiryo,dan mampu memberikan memotivasi kita sebagai warga Desa Mojowiryo, kedepan lebih kreatif, lebih solid dan lebioh maju di era modern ini namun tidak meninggalkan semboyan “HANETEPI DHARMANING KASATRIAN’ YAITU Jujur, Berani, teguh dalam pendirian dan suka menolong sesama yang membutuhkan. Semoga tetap jaya dan selalu mendapat keberkahan, dan keridhoaan serta perlindungan dari Allah SWT Aamiin aamiin yra






VISI & MISI
Visi
Terwujudnya Desa Mojowiryo yang maju, adil, makmur, sejahtera, berbudi luhur, dan berdaya saing.
Misi
Misi desa adalah langkah-langkah yang dilakukan untuk mewujudkan visi desa, yaitu tujuan, masa depan, atau cita-cita yang diinginkan. Berikut adalah beberapa misi Desa Mojowiryo :
- Menyelenggarakan pemerintahan desa yang transparan, bertanggung jawab, dan berfokus pada pelayanan masyarakat
- Melaksanakan pembangunan desa secara merata, adil, terencana, dan berkelanjutan
- Meningkatkan daya saing sektor pertanian, dan industri
- Membangun infrastruktur desa dengan memberdayakan masyarakat desa secara berjenjang, transparan, dan akuntabel
- Meningkatkan Sumber Daya Manusia dan memanfaatkan Sumber Daya Alam untuk mencapai kesejahteraan masyarakat
- Menjadikan pemerintahan yang bersih, profesional, dan transparan
- Mengembangkan ekonomi lokal dan ekonomi kerakyatan
- Meningkatkan partisipasi bagi semua lapisan masyarakat dalam pembangunan
- Mengembangkan Teknologi Informasi
- Melestarikan kearifan lokal
